Sabtu, 04 April 2015

Asus Pastikan Zenfone 2 Masuk Indonesia, Kapan?

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan lalu, Asus memperkenalkan dua smartphone andalan terbarunya di ajang Consumer Electronics Show 2015. Kedua perangkat tersebut adalah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom.

Tidak butuh waktu lama bagi Asus untuk menghadirkan keduanya di pasar Indonesia. Meski tidak membeberkan tanggal pastinya, Juliana Chen, Country Product Group Leader Asus Indonesia, mengindikasikan bahwa keduanya sudah akan diperkenalkan pada awal kuartal kedua mendatang.

"Saya belum bisa membeberkan tanggal pastinya. Namun, waktu perilisan keduanya akan sama dengan waktu peluncuran ZenFone pertama kalinya di Indonesia," ungkap Juliana di sela-sela acara peluncuran laptop game Republic of Gamer G550JK.

Menurut penelusuran KompasTekno, Asus merilis seri perdana dari ZenFone pada April 2014 yang lalu. Saat ditanya, apakah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom akan dirilis pada April 2015, Juliana sedikit mengangguk sambil tersenyum kecil, seperti ingin mengonfirmasikan pertanyaan tersebut.

Produk ZenFone 2 sendiri sebenarnya dapat dibilang cukup istimewa. Mengapa? Salah satu versi dari perangkat ini sudah dilengkapi dengan RAM 4 GB. Dapat dikatakan, produk tersebut merupakan ponsel pertama yang hadir dengan RAM sebesar itu.

ZenFone 2 dengan RAM 4 GB ini nantinya akan dikombinasikan dengan prosesor Atom Z3580 2,3 GHz quad-core 64-bit, dan media penyimpanan internal 64 GB.

Adapun, versi standar dari ZenFone 2 dilengkapi dengan prosesor Atom Z3560 1,8 GHzquad-core 64-bit dari Intel, RAM 2 GB, dan media penyimpanan internal 16 GB.

Sementara, ZenFone Zoom merupakan ponsel-kamera pertama besutan Asus. Ia dilengkapi dengan kemampuan kamera yang mumpuni, yakni optical zoom hingga 3x. Produk ini diklaim tetap dapat menjepret gambar yang baik, meski sudah di-zoom sampai 3 kali.

Di pasar global, Asus ZenFone 2 akan dilepas dengan harga mulai dari 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan Asus ZenFone Zoom dihargai 399 dollar AS atau sekitar Rp 5 juta. 

Belum diketahui, apakah keduanya akan menggunakan label harga yang sama dengan harga global atau tidak, saat diluncurkan di Indonesia nanti.
Read More

Teknologi "Charging Kencang" Jadi Inovasi Terbaik

KOMPAS.com - Baterai pada smartphone tak ubahnya tanki bensin pada mobil. Semakin besar kapasitasnya, semakin lama smartphone bisa menyala, tapi semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai.

Nah, pabrikan gadget asal Tiongkok, Oppo, menciptakan teknologi untuk mempercepat proses pengisian baterai smartphone. Teknologi bernama VOOC Rapid Charge itulah yang membawa Oppo meraih salah satu penghargaan inovasi gadget terbaik 2014 pilihanPhone Arena.

Sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari Phone Arena, Rabu (7/1/2014), VOOC Rapid Charge dinilai berhasil mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai dengan signifikan.

Phone Arena mencontohkan Oppo Find 7a dengan teknologi VOOC Rapid Charge yang tertanam di dalamnya sanggup mengisi 75 persen baterai berkapasitas 2.800 mAh hanya dalam waktu setengah jam. Baterai bisa terisi penuh dalam waktu satu jam saja.

Sebagai perbandingan, ponsel flagship lain, seperti LG G3 dan Galaxy S5 membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengisi penuh baterai masing-masing.

Pengisian cepat VOOC Rapid Charge mengandalkan charger dengan arus sebesar 4,5 ampere. Meski dua kali lebih besar dibandingkan charger milik smartphone lain, arus itu tidak merusak ponsel dan baterai yang dilindungi sirkuit khusus.
Read More

Ponsel Firefox OS Transparan Beredar di Jepang

KOMPAS.com - Ponsel pintar berbasis Firefox OS hasil kerja sama antara Mozilla dan salah satu operator seluler Jepang rencananya akan dirilis pada hari Natal 2014. Menariknya, smartphone tersebut memiliki casing yang tembus pandang.

Smartphone Firefox OS yang diberi nama Fx0 tersebut memiliki panel luar transparan, sehingga jeroan smartphone seperti papan sirkuit, speaker, penguat sinyal, dan baterai bisa dilihat dari luar.

Dikutip KompasTekno dari Mashable, Selasa (23/12/2014), smartphone hasil rancangan Tokujin Yoshioka itu sengaja dibuat transparan untuk menggambarkan citra keterbukaan, kebebasan, dan transparansi.

Tiga unsur itulah yang ingin ditonjolkan oleh Mozilla dalam sistem operasinya, Firefox OS.

Smartphone transparan Fx0 mengusung fitur koneksi 4G LTE dan NFC, teknologi yang digunakan untuk transaksi pembayaran mobile.

Fx0 memiliki ukuran layar 4,7 inci, ukuran yang sama dengan iPhone 6. Selain itu, di dalamnya terdapat prosesor quad-core 1,2 GHz dan baterai kapasitas 2.370 mAh.

Smartphone tersebut saat ini baru direncanakan akan dijual di Jepang saja dengan harga 50 ribu yen atau sekitar Rp 5 juta. 

Untuk diketahui, saat ini Mozilla mengklaim telah memiliki 16 jenis smartphone yang mengusung sistem operasi Firefox OS dan sudah beredar di 29 negara.

Di negara-negara berkembang, smartphone tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 4 jutaan.
Read More

Jumat, 03 April 2015

Samsung Siapkan Galaxy Note 4 "Versi Upgrade"

KOMPAS.com - Galaxy Note 4 adalah salah satu perangkat mobile tercanggih yang beredar saat ini. Namun agaknya sang pembuat, Samsung, masih merasa kurang puas dengan performa phablet tersebut.

Sebuah kabar yang dilansir Kompas Tekno dari BGR, Sabtu (13/12/2014) menyebutkan bahwa pabrikan asal Negeri Ginseng itu sedang menyiapkan Galaxy Note 4 versi “upgrade”.

Nantinya, perangkat yang bakal dipasarkan di Korea Selatan ini bakal mengusung prosesor Snapdragon 810 terbaru dari Qualcomm, lebih canggih dari Snapdragon 805 yang dipakai oleh Galaxy Note 4 sebelumnya.

Berbeda dari Snapdragon 805 yang mengusung empat inti CPU (quad-core), Snapdragon 810 merupakan model octa-core yang lebih kencang dengan delapan inti CPU 64-bit.
Snapdragon 810 sendiri masih belum siap diproduksi massal, namun chip ini diperkirakan bakal banyak dipakai oleh gadget mobile andalan di tahun 2015.

Selain perbedaan model prosesor itu, masih belum diketahui letak berbedaan Galaxy Note 4 versi “upgrade” dengan versi terdahulu.

Kalaupun benar-benar meluncur, belum jelas pula apakah Galaxy Note 4 “upgrade” ini bakal beredar di pasaran lain di luar Korea Selatan atau tidak.

Adapun Galaxy Note 4 yang beredar di Indonesia tidak menggunakan prosesor Qualcomm, melainkan Exynos 5433 buatan Samsung sendiri. Berbeda dengan sepupunya di Korea Selatan, Galaxy Note 4 versi Indonesia tak mendukung koneksi seluler 4G LTE. 
Read More

Masa Depan "Big Data" Dibahas di Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Konferesi Big Data Indonesia 2014 hari ini, Rabu (3/12/2014) digelar di Yogyakarta.  Gelaran yang diadakan oleh PT Dua Empat Tujuh tersebut akan berlangsung pada 3-4 Desember 2014 di Grha Sabha Praman, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Konferensi dibuka oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Menurut Dwikorita, dengan diadakannya Konferensi Big Data ini bisa membuka peluang kerja sama baru dengan perusahaan teknologi informasi (TI) baik lokal maupun global.

"Konferensi Big Data ini menjadi golden time agar untuk membaca seperti apa mappingindustri ke depan, pengembangan big data seperti apa, TI akan seperti apa?" ujar Dwikorita.

Dengan demikian, industri bersama-sama dengan bebagai pemangku kepentingan bisa menyusun strategi sesuai dengan perkembangan ke depan.

Sementara, menurut Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito mengatakan, melalui Konferensi Big Data ini diharapkan bisa menelurkan karya-karya yang baik untuk seluruh pelaku industri.

Konferensi Big Data Indonesia (KBI) 2014 sendiri diselenggarakan oleh PT Dua Empat Tujuh untuk menunjukkan bahwa kompetensi lokal sebenarnya sangat memadai untuk penguasaan teknologi, implementasi, dan pengembangan big data.

KBI 2014 juga dirancang untuk memudahkan penyampaian informasi kepada peserta dengan mengombinasikan antara penjelasan, diskusi, showcase, dan studi kasus.

Beberapa pembicara yang dijadwalkan hadir dalam KBI 2014 ini antara lain adalah CEO PT Dua Empat Tujuh, Beno K. Pradekso; Project Director Bigdata Telkom, Komang Budi Aryasa, dan Bigdata Implementation Leader Telkomsel, Dios Kurniawan.
Read More

Red Hat Umumkan Cloud Infrastructure 5

KOMPAS.com - Tren korporasi besar adalah memindahkan infrastruktur mereka dari yang tadinya berbasis virtualisasi menjadi semakin banyak yang berbasis komputasi awan aliascloud. 

Red Hat melalui Cloud Infrastructure 5 disebut bisa menjadi solusi yang mendukung masa-masa transisi tersebut. Dengan Red Hat Cloud Infrastructure Versi 5, pengguna dapat mengelola lingkungan virtualisasi dan OpenStack mereka secara simultan, melalui satu platform.

Seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Minggu (23/11/2014), banyak perusahaan saat ini ingin memindahkan beban kerja aplikasi dari satu arsitektur ke arsitektur lainnya tapi tetap mempertahankan kemampuan pengelolaan dan kebijakan antar platform yang berbeda. 

Red Hat Cloud Infrastructure dirancang untuk menjawab kebutuhan ini. Solusi ini memungkinkan organisasi membangun dan mengelola private cloud Infrastructure-as-a-Service (IaaS) berbasis virtualisasi datacenter, sambil menyediakan jalan menuju infrastruktur setingkat public cloud. 

Red Hat Cloud Infrastructure 5 meliputi: Red Hat CloudForms, Red Hat Satellite, Red Hat Enterprise Linux OpenStack Platform,  dan Red Hat Enterprise Virtualization.
 
Red Hat CloudForms menyediakan portal self-service, penyediaan, pengembalian, pengukuran layanan pada Red Hat Enterprise Linux OpenStack Platform dan Red Hat Enterprise Virtualization. 

Sedangkan Red Hat Satellite menjalankan tugas penyuplaian Red Hat Enterprise Linux dan pengelolaan siklus hidup termasuk penemuan, perbaikan gangguan dan guest provisioning untuk Red Hat Enterprise Linux.
Read More

Kamis, 02 April 2015

Pakai Wi-Fi di Pesawat, Penumpang Harus Bayar Rp 13 Juta

KOMPAS.com — Seorang penumpang maskapai Singapore Airlines kaget bukan kepalang setelah menerima tagihan sebesar 1.171,46 dollar AS (sekitar Rp 13,6 juta) karena telah menggunakan layanan Wi-Fi onboard. Kenapa bisa begitu mahal?

Jeremy Gutsche, nama penumpang tersebut, pada Rabu (12/11/2014) terbang dari Bandara Heathrow di London menuju Bandara Changi, Singapura. Sepanjang perjalanan, ia membuka browser dengan beberapa tab yang dibuka, termasuk 155 e-mail.

Sebenarnya, Singapore Airlines, dikutip KompasTekno dari Phone Arena, Sabtu (15/11/2014), "hanya" memasang tarif 28,99 dollar AS untuk paket data sebesar 30 MB. Paket tersebut setara dengan 20 halaman jejaring sosial dengan foto, 50 halaman web, 20 e-mail teks, dan streaming musik 15 menit.

Namun, aktivitas online yang dilakukan Gutshe ternyata menghabiskan bandwidth lebih dari 30 MB. Hasilnya, Gutsche mendapat tagihan tambahan sebesar 1.142 dollar AS untuk kelebihan pemakaian.

Pihak maskapai, menurut Gutsche, memang telah menginformasikan jika data yang digunakan lebih dari 30 MB, maka harga yang diberlakukan berbeda. Namun, ternyata tidak ada peringatan yang diberikan jika batas paket 30 MB yang ia beli sudah hampir habis.

Menurut Gutsche, layanan internet di dalam pesawat Singapore Airlines itu juga sangat lambat. Ia mengklaim butuh waktu sekitar satu jam untuk mengunggah file PowerPoint ukuran 4 MB. Gutsche pun memperkirakan, untuk keperluan itu saja biayanya bisa mencapai 100 dollar AS.

TrendHunter.com Tagihan biaya Wi-Fi onboard Gutsche.
Atas kelebihan kuota pemakaian, Singapore Airlines juga menyalahkan Gutsche yang diakui dirinya sendiri tertidur dalam penerbangan, sementara koneksi internetnya terus berjalan.

Gutsche telah mencoba meminta keringanan kepada Singapore Airlines melalui jejaring sosialnya. 

Ia pun menuliskan pengalaman yang kurang mengenakkan itu di blog pribadi miliknya. Namun, tampaknya flag carrier negara Singapura itu bergeming.
Read More